Total Tayangan Halaman

Rabu, 18 Desember 2013

M.Pemasaran




Tujuan dari pada marketting / pemasaran ialah mengarahkan barang dan jasa ke tangan konsumen. Untuk ini diperlukan kegiatan-kegiatan tertentu. Berbagai jenis kegiatan dan proses yang diperlukan karena spesialisasinya didalam marketing itu disebut fungsi-fungsi marketing. Fungsi-fungsi marketing dapat digolongkan 3 bidang kegiatan yaitu
1.         Bidang-bidang transaksi atau transfer yang meliputi :
·         Pembelian (buying)
·         Penjualan  (selling)
2.         Bidang kegiatan suplai fisik yang meliputi:
·         Pengangkutan (transportasi)
·         Pergudangan  (storage / penyimpanan)
3.         Bidang kegiatan penunjang untuk memperlancar arus kegiatan transaksi dan arus barang  yang meliputi :
·         Penjajaan (merchandising)
·         Standardising dan grading
·         Pembelanjaan (financing)
·         Penanggungan risiko (risk taking)
·         Informasi pasar (market information atau komunikasi)

1. Pembelian
            Pembelian adalah serangkaian tindakan untuk mendapatkan barang dan jasa melalui pertukaran, dengan maksud untuk digunakan sendiri atau dijual kembali.
Menurut Riyanto, Bambang (Dasar-dasar Pembelian : 1995) pembelian merupakan system aplikasi siklus pengeluaran yang umum. System aplikasi pembelian mencakup prosedurprosedur pemilihan pemasok, permintaan, pembelian, penerimaan, dan pembayaran kepada pemasok. Model system aplikasi pembelian mencakup pemisahan fungsi-fungsi berikut ini: permintaan, pembelian, penerimaan, gudang, hutang dagang, dan buku besar. Prosedur pemilihan pemasok yang memadai merupakan faktor penting dalam keterpaduan seluruh system aplikasi pembelian.
            Kegiatan yang termasuk fungsi pembelian dalam pemasaran terdiri dari berbagai kegiatan yang berbeda-beda tetapi saling berhubungan yang dijalankan oleh pedagang besar dan pengecer. Kegiatan ini meliputi penyusunan implementasi dari kebijaksanaan -kebijaksanaan dan prosedur-prosedur penentuan kebutuhan dan keinginan tersedianya barang, negosiasi harga saat pengiriman dan hal-hal lain yang menyangkut pemindahan hak atau transaksi.
            Fungsi pembelian (menurut Royburn D. Toisley / Eugene clarkphd/Fred e.clark Phd) dalam bukunya Principle of Management adalah sebagai berikut :
·         Perencanaan dan penentuan produk yang akan dibelinya beserta spesifikasi, kwalitet dan kwantitasnya dan sebagainya.
·         Meliputi usaha mencari sumber-sumber dimana produk dapat dibeli atau diperoleh.
·         Melaksanakan perundingan dan syarat-syarat tertentu seperti kwalitas, model
·         Persediaan benda-benda harus dikumpulkan dan dirakit untuk dipergunakan dalam bidang produksi atau perniagaan oleh para para produsen, para pedagang besar, pedagang eceran atau untuk konsumen pribadi.
·         Perjanjian dibuat dan transfer hak milik terjadi
2. Penjualan
Penjualan adalah transaksi yang dilakukan oleh dua belah pihak atau lebih dengan bertukar barang atau jasa yang diperjual belikan serta menggunakan alat transaksi yang sah
Dalam hal penjualan, sipenjual harus menentukan kebijaksanaan dan prosedur yang akan diikutinya untuk memungkinkan dilaksakannya rencana penjualan yang telah ditetapkannya.
Ada beberapa fungsi penjualan antara lain:
·         penjualan dan pengembangAn produk
·          mencari kontak
·         menciptakan permintaan melalui personal selling
·         mengadakan perundingan.
·         fungsi kontak (mencakup persetujuan akhir untuk melaksanakan penjualan dan transfer hak milik )
3. Pengangkutan

Pelaksanaan fungsi pengangkutan mempunyai sasaran untuk dapat memindahkan barang ke tempat tujuan yang diharapkan tepat dalam jumlah Waktu dan mutu (keamanan dan kerusakan) dengan biaya seminimal mungkin.
Pemilihan peralatan pengangkutan baik milik sendiri maupun disewa dapat dipilih dari berbagai alternatif sesuai dengan situasi dan kondisi, efektifitas dan efisiensinya. Berbagai alat pengangkutan antara lain : kereta api, truk, kapal laut, kapal udara dan sebagainya..
4. Fungsi pergudangan.
Fungsi pergudangan melakukan kegiatan penyimpanan barang sejak selesai diproduksi atau dibeli sampai saat dipakai atau dijual di masa mendatang. Pergudangan menciptakan kegunaan waktu (time utility) dan dapat terjadi dimanapun juga sepanjang arus antara produsen dan konsumen. Dalam pemasaran fungsi pergudangan diperlukan karena beberapa faktor antara lain :
·         Antara waktu memproduksi dan waktu konsumsi sering berbeda, dikonsumsi setiap waktu tetapi dipanen pada musim tertentu.
·         Untuk menghindari kerusakan karena suhu (diperlukan alat pendingin)
·         Untuk menjaga kelancaran penjualan dan kontinuitas produksi
·         Untuk menghemat biaya karena membeli dalam jumlah besar mendapat rabat tertentu.
·         Untuk tujuan spekulasi
Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam melakukan fungsi pergudangan. antara 1ain :
·         fasilitas pergudangan yang cukup memadai
·         keamanan dan asuransi
·         jumlah dana yang dibutuhkan
5.      Fungsi penjajaan  (merchandising )
Adanya usaha untuk menawarkan produk kepada pembeli dilakukan dengan menjajakan atau mendagangkan barang.   Penjajaan dilakukan dengan menampilkan produk itu baik dalam mengenalkan dan mempertunjukkan, juga dengan mendemonstra -sikan dan menjelaskan identifikasi serta ciri-ciri produk tersebut.
6.      Fungsi standardisasi dan grading
Standar terdiri dari suatu daftar pengkhususan mutu atau grade yang harus dipenuhi oleh suatu barang tertentu. Grading adalah suatu tindakan memisahkan atau memeriksa barang-barang  menurut pengkhususan yang telah ditetapkan untak menentukan gradenya (atau tingkat mutunya). Fungsi standardisasi dan grading merupakan fungsi penunjang bagi keberhasilan atau kelancaran terjadinya transaksi yang telah menyebabkan perpindahan hak dan perpindaban fisik barang.
7.      Pembelanjaan ( Financing )
Fungsi perbelanjaan dari pemasaran ini tidak mencakup transaksi yang terdapat dalam produksi. Fungsi pembelanjaan mencakup pengelolaan sumber dana dan pengalokasian dana, termasuk pengaturan syarat pembayaran dan kredit yang dibutuhkan dalam rangka mengeluarkan barang atau produk dari produsen ke konsumen akhir atau pemakai industri.
Kegiatan penyediaan dana yang diperlukan oleh produsen, perantara maupun konsumen untuk kepentingan proses marketing itu disebut fungsi financing.
8.      Penanggungan risiko (risk taking)
Resiko yang berkaitan dengan pemasaran mencakup penurunan mutu, kehilangan, kecurian, tidak berlaku lagi, perpanjangan kredit dan perubahan penawaran atau permintaan yang semua itu mempunyai dampak terhadap haknya. Agar risiko itu dapat dihindarkan atau di perkecil, maka terjadilah pengambilan risiko yang dilakukan oleh lembaga, misalnya perusahaan asuransi.
9.      Informasi pasar ( market information )
Informasi diperlukan sebagai data fakta yang dapat dijadikan dasar untuk pengambilan keputusan dan penentuan kebijaksanaan pemasaran. Informasi pasar meliputi informasi tentang produk, harga, sistem promosi dan saluran distribusi yang digunakan oleh saingan serta tanggapan konsumen ataupun tanggapan serta selera konsumen terhadap produk serta produk yang kita salurkan. Informasi pasar dapat di peroleh berbagai sumber, seperti  bursa, berita harian, publikasi pemerintah, observasi dan studi pasar dan sebagainya.

http://ekoputerasampoerna.blogspot.com/2012/11/fungsi-fungsi-pemasaran.html
http://www.ilmumu.com/pengetahuan/pengertian-penjualan/

Minggu, 24 November 2013

Melaksanakan Riset Pemasaran dan Meramalkan Permintaan

BAB I
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG
Pemasar yang baik menginginkan pemahaman yang membantu mereka menerjemahkan kinerja masa lalu dan juga merencanakan kegiatan masa depan. Mereka memerlukan informasi yang tepat waktu, akurat, dan dapat ditindaklanjuti tentang konsumen, persaingan, dan merek mereka. Mereka juga harus sebaik mungkin membuat keputusan taktis dalam jangka pendek dan keputusan straategis dalam jangka panjang. Usaha untuk menemukan pandangan konsumen dan memahami implikasi pemasarannya sering menghasilkan peluncuran produk yang berhasil atau mendorong pertumbuhan suatu merek.
            Sebagai bagian dari anggaran $300 juga untuk pengembangan pisau cukur yang pertamanya yang khusus dirancang untuk wanita, Gillette mengadakan riset konsumen secara ekstensif dan melakukan berbagai uji pasar. Pisau cukur ini dinamakan Venu, merupakan penanda perubahan dari rancangan pisau cukur wanita sebelumnya, yang pada intinya merupakan versi berwarna atau pisau cukur pria yang dikemas ulang. Setelah riset mengungkapkan bahwa wanita mengubah genggaman mereka pada pisau cukur sekitar 30 kali setiap kali mereka bercukur, Gillette merancang  Venus dengan pegangan berlapis karet yang lebar dan berukir yang menawarkan genggaman dan kendali yang lebih baik, dan pisau berbentuk oval dalam  tempat penyimpan yang dapat ditempelkan ke dinding shower. Riset juga mengindikasikan bahwa wanita enggan meninggalkan shower untuk mengganti pisau yang tumpul, sehingga tempat penyimpanan atau cartridge pisau cadangan. Riset itu memberikan hasil setimpal untuk Gillette, ketika merk venus menghasilkan lebih dari $2 milyar pendapatan dalam empat tahun setelah peluncuran ecerannya pada tahun 2001 dan sekarang menduduki lebih dari 50% pasar pisau cukur wanita di seluruh dunia. Yang lebih baru lagi, Gillette berhasil menggunakan pengetahuan tentang pelanggan dalam menciptakan Fushion yang berpisau enam.
B.     TUJUAN
1.      Untuk mengetahui sistem riset pemasaran
2.      Untuk mengetahui proses riset pemasaran
3.      Untuk mengukur produktivitas pemasaran
4.      Untuk mengetahui peramalan dan pengukuran permintaan



BAB  II
PEMBAHASAN
A.    Sistem Riset Pemasaran
Manajer pemasaran sering melaksanakan study pemasaran formal tentang berbagai maslah dan peluang tertentu.  Mereka dapat meminta survei pasar, uji prevensi produk, peramalan, penjualan berdasarkan wilayah, atau penilaian iklan. Tugas periset pemasaran adalh membuat pandangan tentang sikap dan perilaku pembelian pelanggan. Pemahaman atau gagasan pemasaran (marketing insight) memberikan informasi diagnotis tentang bagaimana dan mengapa kita meneliti pengaruh tertentu dipasar, dan apa arti hal tersebut bagi pemasar. Kita mendefiniskan  riset pemasaran (marketing research) sebagai perancang, pengumpulan, analisis dan pelaporan data sistematis serta temuan yang relevan terhadap situasi pemasaran tertentu yang dihadapi perusahaan. Menurut ESOMAR,  World Association of Opinion and Market Research Proffesionals, pengeluaran untuk riset pemasaran diseluruh dunia pada tahun 2006 mencapai angka$24 Milyar.
Kebanyakan perusahaan besar memiliki departemen riset pemasaran sendiri, yang sering memainkan peran penting dalam organisasi. Fungsi riset pasar consumer & market knowledge (CMK) P&G mendedikasikan kelompok CMK yang bekerja untuk bisnis P&G diseluruh dunia untuk meningkatkan strategi merk dan pelaksanaan program mereka sekaligus, demikian pula kelompok CMK korporat yang lebih kecil dan tersentralisasi dan memfokuskan diri pada beragam masalah besar yang melebihi semua lini bisnis khusus. Riset pemasaran tidak terbatas hanya perusahaan besar dengan anggaran dan departemen riset pemasaran yang besar. Sering kali pada perusahaan yang jauh lebih kecil, semua orang menjalankan riset pemasaran- termasuk pelanggan.
Perusahaan biasanya menentukan anggaran riset pemasaran sebesar 1% sampai 2% dari penjualan perusahaan. Persentase besar dari anggaran itu dihabiskan untuk jasa dari luar perusahaan. Perusahaan riset pemasaran dapat dibagi dalam tiga kategori.
1.                  Perusahaan riset yang tersindikasi dengan jasa – perusahaan ini mengumpulkan informasi konsumen dan perdagangan, yang mereka jual untuk mendapat imbalan. Misalnya : Nielsen Media Research, SAMI/Burke.
2.                  Perusahaan riset pemasaran sesuai pesanan- perusahaan ini dipekerjakan untuk melaksanakan proyek khusus. Mereka merancang studi dan melaporkan temuan.
3.                  Perusahaan riset pemasaran spesialis lini- perusahaan ini memberikan layanan riset yang terspesialisasi. Contoh terbaiknya adalah perusahaan lapangan, yang menjual jasa wawancara dilapangan kepada perusahaan lain.

Perusahaan kecil dapat menyewa jasa dari perusahaan riset pemasaran atau mengadakan riset dengan cara kreatif dan terjangkau seperti :
1.                  Melibatkan mahasiswa atau profesor untuk merancang dan melaksanakan proyek- perusahaan seperti American Express, GE, Hilton Hotels, IBM, Mars, dan Whirlpool melakukan “pemilihan kerumunan” dan mensponsori kompetisi seperti Innovation Challenge,  dimana mahasiswa MBA  terpandai bersaing dalam tim. Imbalan bagi para mahasiswa tersebut adalah pengalaman dan visibilitas; sedangkan imbalan bagi perusahaan adalah pengetahuan baru untuk menyelesaikan masalah dengan biaya yang lebih murah daripada menyewa konsultan.
2.                  Menggunakan interne- perusahaan mengumpulkan cukup banyak informasi dengan bianay yang sangant sedikit dengan mengamati situs Web pesaing, mengamati ruang chat, dan menilai data yang diterbitkan.
3.                  Memeriksa pesaing- banyak perusahaan kecil mengunjungi  pesaing mereka secara rutin, Tom Coohil, seorang koki yang memiliki dua restoran di Atlantia, memberikan tunjangan uang makan kepada para manajernya untuk makan diluar dan membawa pulang ide.

Sebagian besar perusahaan menggunakan kombinasi sumber daya riset pemasaran untuk mempelajari strategi industri, perusahaan, pemirsa, dan saluran mereka.

B.     Proses Riset Pemasaran
Riset pemasaran yang efektif mengikuti enam langkah yaitu :


1.      Mendefinisikan masalah, alternatif, keputusan, dan tujuan riset
Manajer pemasaran harus berhati-hai untuk tidak mendefinisikan masalah terlalu luas atau terlalu sempit untuk periset pemasaran. Manajer pemasarana yang mengatakan, “cari semua hal yang bisa anda dapatkan tentang kebutuhan pelancong udara kelas satu” akan mengumpulkan informasi yang tidak penting. Manajer yang mengatakan “cari tahu cukup banyakkah penumpang B747, yang terbang langsung antara chicago dan tokyo,yang bersedia membayar $25 untuk koneksi internet di America Airlines sehingga maskapai kita dapat mencapai titik impas dalam satu tahun untuk biaya penawaran jasa ini,” mengambil pandangan yang terlalu sempit.
Periset pemasar bahkan mungkin bertanya  “mengapa koneksi internet harus dikenakan biaya sebesar $25 dan bukan $10,$50 atau harga lainnya ? mengapa AA harus mencapai titik impas atas biaya layanan, terutama jika pelayanan itu menarik pelanggan baru ?” pertanyaan relevan lainnya adalah : seberapa penting perusahaan menjadi perusahaan pertama di pasar, dan berapa lamakah perusahaan dapat mempertahankan  kepemimpinannya?
Manajer pemasaran dan periset pemasaran sepakat mendefinisikan masalah sebagai berikut : “apakah penawaran pelayanan internet dalam penerbangan ini menciptakan tambahan prefensi dan laba yang cukup besar bagi america airlines untuk menjustifikasi biayanya dibanding kemungkinan investasi lain dalam peningkatan layanan yang mungkin dilakukan AA”? untuk membantu merancang riset ini, manajemen menggaris bawahi keputusan-keputusan ini : (1) apakah AA sebaiknya menawarkan koneksi internet ? (2) jika iya, apakah AA sebaiknya hanya menawarkan layanan ini pada kelas satu, atau juga pada kelas bisnis, dan mungkin kelas ekonomi ? (3) berapa harga yang harus kita kenakan ? (4) pada jenis pesawat dan lama perjalanan apa kita sebaiknya menawarkan layanan ini ?
Sekarang periset pemasaran dan manajemen siap menentukan tujuan riset khusus : (1) apa jenis penumpang kelas satu yang paling merespon penggunaan layanan internet dalam penerbangan ? (2) berapa banyak penumpang kelas satu yang ingin menggunakan layanan internet pada tingkat harga yang berbeda ? (3) berapa banyak tambahan penumpang kelas satu yang mungkin memilih AA karena layanan baru ini ? (4) berapa banyak jumlah yang dapat ditambahkan dari itikad baik jangka panjang layanan ini terhadap citra AA ? (5) seberapa penting layanan internet bagi penumpang kelas satu dibandingkan layanan lain, seperti steker listrik atau peningkatan hiburan ?
Tidak semua proyek riset dapat spesifik ini. Beberapa riset bersifat eksploratif- tujuannya adalah memperjelas sifat masalah sebenarnya dan menyarankan kemungkinan solusi atau ide baru. Beberapa riset bersifat deskriptif- riset ini berusa menghitung permintaan, seperti berapa banyak penumpang kelas satu yang akan membeli layanan internet dalam penerbangan pada harga $25. Berapa riset bersifat kausal- tujuannya adalah menguji hubungan  sebab- akibat.

2.      Mengembangkan Rencana Riset
Tahap kedua riset pemasaran adalah diman kita mengembangkan rencana paling efektif untuk mengumpulkan informasi yang diperlukan dan berapa biayanya. Misalkan perusahaan membuat perkiraan sebelumnya bahwa peluncuran layanan internet dalam penerbangan akan menghasilkan laba jangka panjang sebesar $50.000. jika manajer percaya bahwa pelaksanaan riset pemasaran akan menghasikan penetapan harga dan rencana promosi yang lebih baik serta laba jangka panjang sebesar $90.000,  ia seharusnya bersedia menghabiskan uang sampai $40.000. jika riset ini membutuhkan biaya lebih besar dari$40.000, riset itu tidak layak dilakukan.”
Untuk merancang rencana riset, kita harus mengambil keputusan tentang sumber data, pendekatan riset, instrumen riset , rencana pengambilan sampel, dan metode kontak.
Sumber data periset dapat mengumpulkan data sekunder, data primer, atau keduanya. Data sekunder adalah data yang dikumpulkan untuk tujuan lain dan sudah ada disuatu tempa. Data primer adalah data baru yang dikumpulkan untuk tujuan tertentu atau untuk proyek riset tertentu.
Pendekatan riset  pemasar mengumpulkan data primer dengan lima cara  :
a.       Riset observasi periset dapat mengumpulkan data baru dengan meneliti pelaku dan setting yang relevan, diam-diam meneliti ketika mereka berbelanja atau mengkonsumsi produk.
b.      Riset etnografi adalah pendekatan riset observasi tertentu yang menggunakan konsep dan alat dari ilmu antropologi dan disiplim ilmu sosial lain untuk memberikan pemahaman mendalam tentang bagaimana orang hidup dan bekerja.
c.       Riset kelompok fokus kelompok fokus (focus group) adalah perkumpulan yang terdiri dari 6 saampai 10 orang yang dipilih secara teliti oleh periset berdasarkan pertimbangan demografis, psikologis, atau pertimbangan lain dipersatukan untuk mendiskusikan berbagai topik minat dalam waktu yang panjang.
d.      Riset survei perusahaan melaksanakan survei untuk mempelajari pengetahuan, kepercayaan, preferensi, dan kepuasan masyarakat dan mengukur berbagai besaran  ini dalam populasi umum.
e.       Data perilaku pelanggan meninggalkan jejak perilaku pembelian mereka di data pemindai toko, pembelian katalog, dan database pelanggan.
Instrumen riset periset pemasar mempunyai tiga pilihan instrumen riset utama dalam mengumpulkan data primer : kuesioner, pengukuran kualitatif, dan peralatan teknologi.
a.       Kuesioner (questionnaire) terdiri dari sekelompok pertanyaan yang diajukan kepada responden.
b.      Pengukuran kualitatif beberapa pemasar lebih menyukai metode kualitatif dalam mengukur pendapat konsumen karena tindakan konsumen tidak selalu sesuai dengan jawaban mereka terhadap pertannyaan survei.
c.       Peralatan teknologi peralatan teknologi terkadang bergunadalam riset pemasaran. Galvanometer dapat mengukur minat atau emosi yang timbul akibat paparan iklan atau gambar tertentu.
Rencan pengambilan sampel setelah memutuskan pendekatan dan instrumen riset, periset pemasaran harus merancang rencana pengambilan sampel. Hal ini memerlukan tiga keputusan :
a.       Unit pengambilan sampel : siapa yang harus kita survei ?
b.      Ukuran sampel : berapa banyak orang yang harus kita survei ?
c.       Prosedur pengambilan sampel : bagaiman kita harus memilih responden ?
Metode kontak sekarang periset pasar harus memutuskan bagaimana ia akan menghubungi subyek : lewat telepon, secara tatap muka, atau online.
a.       Kuesioner surat adalah cara terbaik untuk menjangkau orang yang tidak mau  memberikan wawancara pribadi atau orang yang responnya mungkin biasa atau terdistorsi oleh pewawancara.
b.      Wawancara telepon adalah metode terbaik untuk mengumpulkan informasi dengan cepat; pewancara juga dapat mengklarifikasi pertanyaan jika responden tidak mengerti.
c.       Wawancara pribadi adalah metode yang paling fleksibel. Pewancara dapat mengajukan banyak pertanyaan dan mencatat observasi tambahan tentang responden, seperti pakaian dan bahasa tubuh.
d.      Wawancara online ada begitu banyak caara menggunakan internet untuk melakukan riset. Sebuah perusahaan dapat mencantumkan kuesioner dalam situs-Webnya dengan berbagai cara dan menawarkan insentif untuk menjawabnya.

3.      Mengumpulkan informasi
Fase pengumpulan data riset pemasaran biasanya adalah fase termahal dan paling cenderung mengandung kesalahan. Ada empat masalah utama yang timbul dalam survei. (1) beberapa responden tidak pernah ada dirumah dan harus dihubungi kembali atau diganti. (2)responden lain menolak kerja sama.(3) responden lainnya lagi akan memberikan jawaban yang biasa atau tidak jujur. (4) pewancara mungkin biasa atau tidak jujur.

4.      Menganalisis informasi
Satu langkah sebelum langkah terakhir adalah penyimpulan temuan dengan mentabulasikan data dan mengembangkan distribusi frekuensi. Sekarang periset menghitung rata-rata dan mengukur dispersi variabel-variabel utma dan menerapkan beberapa teknik statistik vanggih dan model keputusan dengan harapan menemukan temuan tambahan. Periset dapat menguji berbagai hipotesis dan teory, juga menerapkan analisis sentivitas untuk menguji asumsi dan kekuatan kesimpulan.

5.      Mempresentasikan temuan
Sebagai langkah terakhir, periset mempresentasikan temuan yang relevan dengan keputusan pemasaran utama yang dihadapi manajemen. Periset semakin dituntut untuk memainkan peran konsultan yang lebih proaktif falam menerjemahkan data dan informasi menjadi pandangan dan rekomendasi. Mereka juga harus mempertimbangkan cara untuk mempresentasikan temuan riset dalam cara yang sebisa mungkin dapat dipahami dan mendorong.

6.      Mengambil keputusan
Manajer yang memerintahkan melakukan riset harus mempertimbangkan bukti. Jika kepercayaan mereka terhadap temuan rendah, mereka mungkin memutuskan menolak.
Pada masa ini semakin banyak organisasi yang menggunakan sistem dukungan keputusan pemasaran untuk membantu manajer pemasaran mereka membuat keputusan yang lebih baik. John Little dari MIT mendefinisikan siste dukungan keputusan pemasaran (marketing decision support system-MDSS) sebagai pengumpulan data terkoordinasi, sistem, alat, dan teknik dengan piranti lunak dan piranti keras yang mendukung, dengan mana organisasi mengumpulkan dan menerjemahkan informasi relevan dari bisnis dan lingkungan dan mengubahnya menjadi dasar bagi tindakan pemasaran.
Tujuh karakteristik riset pemasaran yang baik :
a.    Metode ilmiah
b.   Kreativitas riset
c.    Beragam metode
d.   Ketergantungan antar model dan data
e.    Nilai dan biaya informasi
f.    Skeptisisme yang sehat
g.   Pemasaran etis
Contoh MDSS  klasik adalah model CALLPLAN yang membantu wiraniaga menentukan jumlah kunjungan yang dilakukan setiap periode kemasing-masing prospek dan klien yang ada.
Mengatasi halangan dalam penggunaan riset pemasaran
Disamping pertumbuhan riset pemasaran yang pesat, banyak perusahaan yang masih gagal menggunakan riset pemasaran secara memuaskan atau tepat, untuk beberapa alasan.
·         Konsepsi sempit tentang riset
·         Kaliber periset yang tidak seimbang
·         Penentuan kerangka masalah yang buruk
·         Temuan yang terlambat dan terkadang salah
·         Perbedaan kepribadian dan presentasional

C.    Mengukur Produktifitas Pemasaran
Salah satu tugas terpenting dalam riset pemasaran adalah menilai efisiensi dan efektivitas kegiatan pemasaran. Kini semakin banyak pemasar yang harus bertanggung jawab atas investasi mereka dan harus dapat menjustifikasi pengeluaran pemasaran kepada manajemen senior. Salah satu survei pasar terkemuka AS mengungkapkan bahwa sekitar setengah pemasar tidak puas dengan kemampuan mereka mengukur tingkat pengembalian investasi pemasaran mereka. Survei lain mengungkapkan bahwa 63% manajemen senior tidak puas dengan sistem pengukuran kinerja pemasaran mereka dan ingin pemasaran memasok perkiraan dampak sebelum dan sesudah program pemasaran dilakukan.
Ukuran pemasaran- pemasar menerapkan beragam ukuran untuk menilai pengaruh pemasaran. Ukuran pemasaran (marketing metrics) adalah sejumlah ukuran yang membantu pemasar menghitung. Membandingkan dan menerjemahkan kinerja pemasaran mereka. Ukuran pemasaran dapat digunakan oleh manajer merk untuk menjustifikasi dan merancang program pemasaran dan oleh manajemen senior untuk memutuskan alokasi keuangan.
Tim Ambler dari London Bussiness School menyarankan bahwa jika perusahaan berfikir mereka sudah mengukur kinerja pemasaran dengan baik, mereka harus menjawab dengan jujur lima pertanyaan dibawah ini kepada diri mereka sendiri :
1)             Apakah anda meneliti perilaku konsumen secara rutin (retensi, akuisisi, penggunaan) dan mengapa konsumen berperilaku seperti itu (kesadaran,kepuasan, kualitas anggapan) ?
2)             Apakah anda melaporkan hasil riset ini secara rutin kepada dewan dalam format yang terintegrasi dengan ukuran pemasaran keuangan ?
3)             Dalam laporan itu, apakah anda membandingkan hasil dengan tingkat yang telah diramalkan sebelumnnya dalam rencana bisnis ?
4)             Apakah anda juga membandingkan hal tersebut dengan tingkat yang dicapai oleh pesaing utama anda dengan menggunakan indikator yang sama ?
5)             Apakah anda menilai kinerja jangka pendek menurut perubahan dalam aset berbasis pemasaran anda ?
Ambler yakin perusahaan harus memprioritaskan pengukuran dan melaoprkan kinerja pemasaran melalui ukuran pemasaran. (1) hasil jangka pendek (2) perubahan ekuitas merk.
Perusahaan juga dapat mengamati sejumlah ukuran ekstensif yang bersifat internal bagi perusahaan, seperti inovasi.


Permodalan bauran pemasaran
Akuntabilitas pemasaran juga berarti bahwa pemasar harus memperkirakan pengaruh berbagai investasi pemasaran secara lebih tepat. Model bauran pemasaran menganalisis data dari beragam sumber, seperti data pemindai dari pengecer, data pengiriman perusahaan, penetapan harga, media, dan data belanja promosi, untuk memahami pengaruh kegiatan pemasaran tertentu secara lebih tepat. Untuk memperdalam pemahamannya, pemasar dapat mengadakan analisis multivarian, seperti analisis regresi, untuk memilah bagaimana setiap elemen pemasaran mempengaruhi hasil pemasaran (seperti penjualan merek atau pangsa pasar)
Paling populer dikalangan pemasar barang kemasan seperti Procter&gamble, clorox, dan colgate, temuan dari pemodelan bauran pemasaran ini membantu pemasar mengalokasikan atau menglokasikan kembali pengeluaran. Analisis mengeksplorasi bagian mana dari anggaran iklan yang terbuang percuma, berapa tingkat pengeluaran yang optimal, dan berapa seharusnya tingkat investasi yang minimum.
Meskipun permodelan bauran pemasaran membantu mengisolasi pengaruh, permodelan ini tidak efektif untuk menilai cara kerja gabungan berbagai elemen pemasaran. Dave Reibstein dan Wharton juga mencatat tiga kelemahan laiinya :
·           Permodelan bauran pemasaran berfokus pada pertumbuhan tambahan dan bukan pada penjualan dasar atau pengaruh jangka panjang
·           Walau sangat penting, pemaduan ukuran seperti kepuasan pelanggan, kesadaran dan ekuitas merek kedalam permodelan baura pemasaran terbatas.
·           Permodelan bauran pemasaran biasanya gagal memasukkan ukuran yang berhubungan dengan pesaing, perdagangan, atau tenaga penjual (rata-rata pengeluaran bisnis lebih tinggi pada tenaga penjual dan promosi dagang dibandingkan pada promosi iklan atau promosi konsumen)

Papan kendali (dashboard) pemasaran
Perusahaan juga menerapkan proses dan sistem organisasi untuk memastikan bahwa mereka memaksimalkan nilai  dari semua ukuran yang berbeda ini. Manajemen dapat merangkai rangkuman ukuran internal dan eksternal yang relevan dalam papan kendali (dashboard) pemasaran untuk sintesis dan interpretasi. Papan kendali pemasaran mirip dengan panel instrumen dalam mobil atau pesawat, yang secara visual menampilkan indikator real-time untuk memastikan fungsi yang tepat.
Beberapa perusahaan juga menunjuk controller atau pengendali pemasar untuk meninjau item anggaran dan pengeluaran.
Sebagai masukan ( input ) bagi papan kendali pemasaran, perusahaan harus memasukkan dua kartu nilai utama yang berbasis pasar, yang mencerminkan kinerja dan memberikan kemungkinan tanda peringatan dini.
·         Kartu nilai kinerja pelanggan
·         Kartu nilai kinerja pemangku kepentingan (stakeholder)

D.    Peramalan dan Pengukuran Permintaan
Salah satu alasan utama melakukan riset pemasaran adalah mengidentifikasi peluang pasar. Setelah riset selesai, perusahaan harus mengukur dan memperkirakan ukuran, per-tumbuhan, dan masing-masing potensi laba dari masing-masing peluang pasar. Peramalan penjualan digunakan oleh departemen keuangan untuk meningkatkan kas yang dibutuhkan  untuk investasi dan operasi, oleh departemen manufaktur untuk menentukan kapasitas dan tingkat hasil oleh departemen pembelian untuk mendapatkan jumlah persedian yang benar; dan oleh departemen sumber daya manusia untuk mempekerjakan jumlah pekerja yang diperlukan. Terakhir departemen pemasaran bertanggung jawab untuk menyiapkan peramalan penjualan. Jika peramalannya cukup jauh dari hasil, perusahaan akan menghadapi kelebihan atau kekurangan persediaan.

Ukuran permintaan pasar
Perusahaan dapat menyiapkan hingga 90 jenis perkiraan permintaan yang berbeda untuk enam tingkat produk, liam tingkat ruan, dan tiga periode waktu yang berbeda. Setiap ukuran permintaan melayani suatu tujuan tertentu. Perusahaan perlu memperkirakan permintaan jangka pendek bagi produk tertentu agar dapat melakukan pemesanan bahan mentah, perencanaan produksi, dan peminjaman uang tunai. Perusahaan dapat memperkirakan permintaan regional untuk lini produk utamanya  guna memutuskan apakah mereka akan melakukan distribusi regional atau tidak.
Ukuran pasar didasarkan pada jumlah pembeli yang mungkin ada untuk suatu penawaran pasar. Tetapi ada banyak cara yang produktif untuk memecah pasar.
·      Pasar potensial adalah kumpulan konsumen yang memiliki tingkat minat cukup besar terhadap penawaran pasar.
·      Pasar yang tersedia adalah kumpulan konsumen yang mempunyai minat, penghasilan, dari akses terhadap penawaran tertentu.
·      Pasar sasaran adalah bagian pasar yang tersedia berkualifikasi yang diputuskan perusahaan untuk dikejar.
·      Pasar terpenetrasi adalah kumpulan konsumen untuk membeli produk perusahaan.




Kosakata pengukuran permintaan-
Konsep utama dalam pengukuran permintaan adalah permintaan pasar dan permintaan perusahaan. Dalam masing-masing konsep itu, kita harus membedakan antara fungsi permintaan, peramalan penjualan dan potensi.
Permintaan pasar langkah pasar dalam mengevaluasi peluang pasar adalah memperkirakan total permintaan pasar. Permintaan pasar (market demand) untuk sebuah produk adalah total volume yang akan dibeli oleh kelompok pelanggan tertentu di wilayah geografis tertentu dalam periode waktu tertentu pada lingkungan pemasaran tertentu di bawah program pemasaran tertentu.
Permintaan pasar bukanlah angka yang pasti, tetapi itu lebih merupakan fungsi kondisi yang dinyatakan. Untuk alasan ini, kita menyebutnya fungsi permintaan pasar. Ketergantungan total permintaan pasar pada kondisi yang mendasarinya.
Peramalan pasar- hanya satu tingkat pengeluaran pemasaran industri yang sebenarnya akan terjadi. Permintaan pasar yang berkorespondensi dengan tingkat ini disebut peramalan pasar (market forecast)
Potensi pasar- peramalan pasar memperlihatkan permintaan pasar yang diduga, bukan permintaan pasar maksimum. Untuk permintaan pasar maksimum, kita harus memvisualisasikan tingkat permintaan pasar yang dihasilkan dari tingkat pengeluaran pemasaran industri yang “sangat tinggi” , suatu batasan dimana peningkatan lebih lanjut dalam usaha pemasaran hanya akan memberi sedikit pengaruh dalam mendorong  permintaan selanjutnya. Potensi pasar (market potential) adalah batas yang didekati oleh permintaan pasar ketika pengeluaran pemasaran industri mendekati tingkat tak terbatas untuk suatu lingkungan pemasaran.
Ungkapan “untuk suatu lingkungan pasar” sangat penting. Perhatikan potensi pasar untuk mobil. Potensi pasar mobil lebih tinggi pada masa kemakmuran dibandingkan pada masa resesi.analisis pasar membedakan antara posisi fungsi permintaan pasar dengan pergerakan yang menyertainya. Perusahaan tidak dapta melakukan apapun tentang posisi fungsi permintaan pasar, karena hal ini ditentukan oleh lingkungan pemasaran. Namun, perusahaan mempengaruhi lokasi khusus mereka pada fungsi ketika  mereka memutuskan seberapa banyak uang yang akan dikeluarkan untuk pemasaran.
Perusahaan yang tertarik pada potensi pasar mempunyai minat khusus dalam presentase penetrasi produk (produk penetration percentage), yaitu persentase kepemilikan atau penggunaan produk atau jasa dalam populasi. Perusahaan mengasumsikan bahwa semakin rendah persentasi penetrasi produk, semakin tinggi potensi pasar, meskipun hal ini mengasumsikan bahwa semua orang pada akhirnya akan berada di pasar untuk setiap produk.
Permintaan perusahaan (company demand)- adalah pangsa permintaan pasar yang diperkirakan perusahaan  pada tingkat alternatif dari usaha pemasaran perusahaan dalam suatu periode waktu. Permintaan perusahaan bergantung pada bagaimana persepsi konsumen terhadap produk, jasa, harga, dan komunikasi perusahaan relatif terhadap pesaing. Jika hal lainnya sama, pangsa pasar lainnya akan tergantung pada skla relatif terhadap pesaing. Jika hal lainnya sama, pangsa pasar akan tergantung pada skala relatif dan efektifitas pengeluaran pasar. Pendiri modal pemasaran telah mengembangkan fungsi respons penjualan untuk mengukur bagaimana penjualan perusahaan dipengaruhi oleh tingkat pengeluaran oleh pemasarannya, bauran pemasaran, dan efektifitas pemasaran.
Peramalan penjualan perusahaan  setelah pemasar memperkirakan permintaan perusahaan, tugas mereka selanjutnya adalah memilih tingkat usaha pemasaran (marketing effort). Peramalan penjualan perusahaan adalah tingkat penjualan perusahaan yang diharapkan berdasarkan rencana pemasaran terpilih dan lingkungan pemasaran yang diasumsikan.
Kita mempresentasekan peramalan penjualan perusahaan secara grafis dengan penjualan pada sumbu vertikal dan usaha pemasaran pada sumbu horisontal. Kita sering mendengar bahwa perusahaan harus mengembangkan rencana pemasarannya berdasarkan peramalan penjualan. Urutan permalan sampai perencanaan ini berlaku jika “peramalan”diartikan  sebagai perkiraan kegiatan ekonomi nasional, atau jika permintaan pasar dapat diperluas atau jika “peramalan” diartikan sebagai perkiraan penjualan perusahaan. Peramalan penjualan perusahaan tidak menetapkan dasar untuk memutuskan berapa uang yang harus dihabiskan untuk pemasaran. Sebaliknya peramalan penjualan justru merupakan hasil rencana pengeluaran pemasaran yang diasumsikan.
Dua konsep lain yang penting adalah :
·           Kuota penjualan adalah tujuan penjualan yang ditetapkan untuk lini produk, divisi perusahaan, atau perwakilan penjualan.
·           Anggaran penjualan adalah perkiraan konservatif tentang volume penjualan yang diharapkan, anggaran ini terutama dipakai untuk membuat keputusan pembelian, produksi dan arus kas saat ini.
Potensi penjualan perusahaan adalah batas penjualan yang didekati oleh permintaan perusahaan ketika usaha pemasaran perusahaan meningkat relatif terhadap usaha pesaing. Batas absolut permintaan persahaan adalah, tentu saja potensi pasarnya. Keduanya akan sama jika perusahaan mendapatkan 100% perusahaan. Dalam sebagian besar kasus, potensi penjualan perusahaan kurang dari potensi pasa, bahkan ketika pengeluaran pemasaran perusahaan meningkat dengan tajam. Setiap pesaing mempunyai pembeli yang sangat tidak responsif terhadap usaha perusahaan lain untuk membujuk mereka.
Potensi penjualan perusahaan- adalah batas penjualan yang didekati oleh permintaan perusahaan ketika usaha pemasaran perusahaan meningkat relatif terhadap usaha pesaing. Batas absolut permintaan perusahaan adalah, tentu saja, potensi pasarnya. Keduanya akan sama jika perusahaan mendapatkan 100%. Dalam sebagian besar kasus, potensi penjualan perusahaan kerang dari potensi pasar, bahkan ketika pengeluaran pemasaran perusahaan meningkat dengan tajam. Setiap pesaing mempunyai pembeli yang sangat setia yang sangat tidak responsif terhadap usaha perusahaan lain untuk membujuk mereka.

Memperkirakan permintaan saat ini
Sekarang kita siap untuk membahas metode-metode praktis untuk memperkirakan permintaan pasar saat ini. Eksekutif pemasaran ingin memperkirakan total potensi pasar, potensi pasar suatu wilayah, dan total penjualan industri serta pangsa pasar.
Total potensi pasar- adalah jumlah penjualan mksimum yang mungkin tersedia bagi semua perusahaan dalam sebuah industri sepanjang suatu periode dibawah tingkat usaha pemasaran industri dan kondisi lingkungan tertentu.
Metode pembentukan pasar­- memerlukan identifikasi semua pembeli potensial di setiap pasar dan memperkirakan pembelian potensial mereka. Metode ini memberikan hasil akurat jika kita mempunyai daftar semua pembeli potensial dan perkiraan yang baik tentang apa yang akan dibeli masing-masing pembeli potensial itu. Sayangnya, informasi ini tidak selalu mudah dikumpulkan.
Metode indeks multifaktor- seperti pemasar bisnis, perusahaan konsumen juga harus memperkirakan potensi pasar suatu wilayah, tetapi pelanggan perusahaan konsumen terlalu banyak untuk dibuat daftarnya. Metode yang paling umum digunakan dalam pasar konsumen adalah metode indeks langsung. Indeks pengembangan merek yaitu indeks penjualan merek terhadap penjualan kategori.
Penjualan industri dan pangsa pasar-selain memperkirakan total potensi dan potensi wilayah, perusahaan harus mengetahui penjualan industri sebenarnya yang terjadi dipasarnya. Ini berarti perusahaan harus mengidentifikasi pesaing dan memperkirakan penjualan mereka.

Memperkirakan permintaan masa depan
Sedikit produk atau jasa yang membiarkan diri mereka sendiri diramalkan dengan mudah biasanya menikmati tingkat absolut atau tren yang cukup konstan dan pesaing yang tidak ada maupun stabil. Di sebagian besar pasar, peramalan yang baik menjadi faktor kunci keberhasilan.
Semua peramalan dibuat berdasarkan satu dari tiga basis informasi: apa yang dikatakan orang, atau apa yang dilakukan orang, atau apa yang telah dilakukan orang. D
Survei maksud (intensi) pembeli peramalan – adalah seni mengantisipasi apa yang mungkin dilakukan pembeli dalam kondisi tertentu. Untuk barang konsumsi tahan lama yang besar seperti perabot, beberapa organisasi mengadakan survei periodik tentang maksud pembelian konsumen dan mengajukan pertanyaan.
Gabungan pendapat tenaga penjualan- ketika mewancarai pembeli dianggap metode yang tidak praktis, perusahaan dapat meminta wiraniaganya memperkirakan penjualan masa depan mereka.
Pendapat ahli- perusahaan juga bisa mendapatkan peramalan dari para  ahli, termasuk penyalur, distributor, pemasok, konsultan pemasaran, dan asosiasi dagang. Perkiraan penyalur mempunyai kekuatan dan kelemahan yang serupa dengan perkiraan  tenaga penjualan.  Terkadang perusahaan akan megundang sekelompok ahli untuk menyiapkan peramalan. Para ahli itu bertukar pandangan dan membuat perkiraan sebagai sebuah kelompok atau secara perorangan, dimana analis lain daoat menggabungkannya menjadi satu perkiraan.
Analisis penjualan masa lalu- perusahaan dapat mengembangkan peramalan penjualan berdasarkan penjualan masa lalu. Analisis deret waktu membagi deret waktu masa lalu menjadi empat komponen dan memproyeksikannya ke masa depan. Penghalusan eksponensial memproyeksikan penjualan periode berikutnya dengan menggabungkan rata-rat penjualan masa lalu dan  penjualan terbaru, ini memberikan bobot lebih banyak pada penjualan terbaru. Analisis permintaan statistik mengukur dampak sejumlah faktor kausal (seperti penghasilan pengeluaran pemasaran, dan harga) terhadap tingkat penjualan. Terakhir analisis ekonometri membuat sejumlah persamaan yang menggambarkan sistem dan secara statistik menurunkan parameter  berbeda yang membentuk pemasaran secara statistik.
Metode uji pasar- ketika pembeli tidak merencanakan pembelian mereka dengan seksama, atau para ahli tidak tersedia atau tidak dapat diandalkan, uji pasar secara langsung dapat membantu meramalkan penjualan produk baru atau menetapkan penjualan produk disaluran distribusi atau wilayah baru.

BAB III
PENUTUP

a.     Kesimpulan
Perusahaan dapat mengadakan riset pemasaran sendirian atau mempekerjakan perusahaan lain untuk melakukannya bagi mereka. Riset pemasaran yang baik dicirikan oleh metode ilmiah, kreativitas, berbagai metode riset, pembuatan model yang akurat, analisis biaya-manfaat, skeptisisme yang sehat dan fokus pada etika.
Proses riset pemasaran terdiri dari mendefinisikan masalah, alternatif keputusan, dan tujuan riset; mengembangkan rencana riser; mengumpulkan informasi; menganalisis informasi; mempresentasikan temuan kepada manajemen; dan mengambil keputusan.
Dalam mengadakan riset perusahaan harus memutuskan apakah mereka akan mengumpulkan dapta sendiri atau menggunakan data yang sudah ada.
Dua pendekatan komplementer untuk mengukur produktifitas pemasaran adalah; (1) ukuran pemasaran untuk menilai pengaruh pemasaran dan (2) permodelan bauran pemasaran untuk memperkirakan hubungan kausal dan mengukur bagaimana kegiatan pemasaran mempengaruhi hasil.
Ada dua jenis permintaan : permintaan pasar dan permintaan perusahaan.
b.      Saran
Dalam menghadapi persaingan pemasaran, penentuan strategi pemasaran sangat penting dan hal ini juga harus ditunjang oleh manajer pemasar yang professional dan memiliki kreatifitas yang tinggi. Jadi tempatkanlah manajemen pemasaran anda sebagai bagian penting dalam perusahaan demi mencapai tujuan bisnis yaitu profitabilitas yang tinggi



DAFTAR PUSTAKA


kotler,  philip & keller, kevin lane prinsip of marketing